Senin, 17 November 2025

Psilocybin—Obat Anti Tua atau Cuma Anak Muda yang Lagi Viral?

Pada akhir 2025, media sosial kembali membuktikan diri sebagai tempat berkumpulnya dua spesies manusia:

    1. yang penasaran,
  1. dan yang terlalu yakin.

Salah satu contohnya adalah klaim viral bahwa psilocybin—zat psikedelik yang biasanya ditemukan dalam jamur yang tidak direkomendasikan oleh ibu-ibu PKK—dapat “membalikkan usia otak dalam empat jam.”
Empat jam! Itu lebih cepat dari durasi antrean klinik BPJS atau waktu yang dibutuhkan untuk menghapus chat mantan.

Namun, seperti biasa, sains tidak pernah sesederhana caption Instagram. Mari kita kupas dengan santai, seperti mengupas bawang sambil menangis karena harganya mahal.

1. Psilocybin: Membuat Otak Fleksibel, Bukan Lenting Seperti Odading

Benar, penelitian menunjukkan bahwa psilocybin bisa membuat otak menjadi lebih fleksibel. Tapi fleksibel di sini bukan seperti tubuh instruktur yoga atau tokoh anime yang bisa menghindar dari 12 peluru sekaligus.
Fleksibel di sini berarti konektivitas antarbagian otak menjadi lebih bebas bergerak, seperti rapat RT yang tiba-tiba menjadi curhatan massal.

Salah satu efeknya adalah pada Default Mode Network (DMN)—sebuah jaringan otak yang bertugas memikirkan hal-hal penting seperti:

  • “Aku ini siapa?”
  • “Kenapa mantan sudah move on lebih cepat?”
  • “Apa arti hidup selain bayar cicilan?”

Psilocybin membuat DMN ini downgrade sementara, sehingga pikiran yang biasanya ruwet jadi lebih lentur. Jadi bukan membalikkan usia, tapi seperti refresh browser, bukan install ulang Windows.

2. Tentang Klaim Anti-Aging: Harapan Tinggi, Bukti Masih Kerempeng

Penelitian Emory University memang menemukan bahwa psilocin dapat memperpanjang umur sel manusia 50% di dalam cawan kultur.
Tetapi mari jujur:
Sel dalam cawan itu hidupnya cuma makan, tidur, dan difoto untuk publikasi jurnal. Tidak ada tugas kuliah, tidak ada macet, tidak ada drama keluarga. Tentu saja mereka awet muda.

Pada penelitian tikus, efeknya memang menjanjikan:

  • Kelangsungan hidup meningkat,
  • Bulu lebih sehat,
  • Tampil lebih memesona.

Namun perlu dicatat: tikus tidak menggunakan media sosial. Mereka tidak mengklaim “umur berkurang 20 tahun setelah satu kapsul jamur.” Tikus tidak membuat konten before-after.

3. Antara Kebenaran Sains dan Keisengan Influencer

Sains berkata:
“Psilocybin membuat otak lebih plastis selama beberapa minggu.”

Media sosial berkata:
“INI DIA! KITA BISA MUDA LAGI DALAM 4 JAM!”

Perbedaannya jelas:
Sains berjalan dengan hati-hati, data lengkap, dan jurnal 30 halaman.
Media sosial berjalan dengan capslock.

Sementara itu, angka-angka bombastis seperti “DMN turun 40%” atau “entropi naik 25%” terdengar keren, padahal mungkin saja dihitung oleh seseorang sambil minum matcha latte di coworking space.

4. Jadi, Apakah Psilocybin Bisa Membuat Kita Awet Muda?

Singkatnya:
Belum.
Kalau sudah, tentu publikasi ilmiah pertama akan berjudul:

“Psilocybin: Selamat Tinggal Serum Anti-Aging, Selamat Datang Jamur Sakti.”

Yang bisa kita pastikan adalah:

  • Ia membuka jendela neuroplastisitas,
  • Bisa membantu kesehatan mental,
  • Dan mungkin, mungkin, mendukung proses penuaan yang lebih sehat.

Tapi apakah bisa membuat kita berusia 25 lagi?
Belum ada bukti. Bahkan jamur itu sendiri tidak pernah terlihat panik soal umur.

Kesimpulan Jenaka

Psilocybin mungkin adalah pintu yang membuka kemungkinan besar, tetapi bukan portal waktu ke masa muda.
Ia seperti teman bijak yang berkata:
“Bro, hidup memang berat, tapi pikiranmu bisa dilenturkan.”

Bukan teman halu yang berkata:
“Ayo bro, makan jamur terus jadi 17 tahun lagi.”

Untuk saat ini, lebih baik kita memandang psilocybin sebagai katalis untuk perubahan, bukan eliksir keabadian.

Dan seperti biasa:
Jika ada klaim fantastis di media sosial…
90% kemungkinan itu konten,
10% kemungkinan itu salah kutip jurnal,
dan 0% kemungkinan itu cara cepat menjadi muda kembali sebelum reuni SMA.

abah-arul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.