Di era modern ini—di mana notifikasi lebih cepat datang daripada hidayah—kita sering kaget melihat fenomena aneh: makin baik seseorang, makin banyak orang yang tiba-tiba gatal memusuhinya. Bahkan orang yang kerjaannya cuma diam, zikir, dan menyiram tanaman pun bisa tiba-tiba dicaci oleh akun anonim bergambar kucing. Fenomena ini membuat kita bertanya: “Ya Allah, ini ujian atau prank?”
Tapi ternyata, menurut sebuah ceramah mendalam (yang kalau
didengar sambil ngantuk pun tetap menampar batin), semua itu bukan musibah…
tapi layanan premium dari langit. Fitnah, celaan, dan permusuhan adalah
paket kiriman spiritual. Kita saja yang sering telat membuka paketnya—bahkan
kadang dikira COD padahal sudah dibayar tunai oleh Allah.
Setan: Manajer Energi Negatif yang Paling Konsisten
Ceramah itu menggambarkan setan dan anak buahnya sebagai
makhluk yang bergantung pada energi negatif manusia. Ibarat startup yang butuh
pendanaan, mereka hidup dari investment kemarahan kita. Setiap kali kita
ngamuk, mereka bersorak: “Yeay, budget makan naik!”
Jadi ketika kita marah karena komentar pedas seorang
netizen, sebenarnya kita sedang menyuapi setan. Dengan penuh kasih.
Tanpa sadar. Tanpa invoice pula.
Karena itu, menahan marah bukan tanda lemah—itu tanda bahwa
kita cut supply chain musuh bebuyutan umat manusia. Rasulullah SAW
bahkan menjanjikan surga untuk orang yang bisa menahan diri ketika lagi punya
peluang balas dendam. Artinya, setiap kali kita tidak membalas komentar pedas,
malaikat mungkin sedang tepuk tangan sambil update spreadsheet pahala.
Mengapa Orang Baik Selalu Dimusuhi? Jawabannya Lebih Seru
dari Drama Korea
Menurut ceramah tersebut, kalau kita dimusuhi, itu bukan
karena kita salah jalan. Justru karena jalan kita SANGAT benar sampai-sampai
mengganggu kenyamanan makhluk-makhluk yang alergi cahaya.
Iblis tidak pernah membisikkan Firaun, “Hey, musuhilah orang
saleh.” Kenapa? Karena Firaun sudah all-in di kubu mereka, tanpa perlu
promosi.
Maka kalau ada yang memusuhi kita tanpa sebab, jangan
langsung sedih. Bisa jadi itu adalah "stempel halal" dari langit.
Bukti bahwa kita mengandung kebenaran—minimal kadar rendah, tapi tetap
terdeteksi.
Tujuh Hikmah Fitnah: Paket Kombo yang Tak Disadari
Di bagian paling mind-blowing, ceramah itu menyebut bahwa di
balik setiap celaan, sebenarnya ada tujuh hikmah besar. Kalau ini game, ini
mungkin “bundle” paling OP.
- Penggemblengan jiwaSeperti besi ditempa, hati kita jadi keras terhadap hinaan. Cocok buat upgrade mental dari “cicak panik” menjadi “harimau santuy”.
- Naiknya derajatSemakin besar fitnah, semakin premium level kita di sisi Allah. Kayak naik kelas tanpa harus ikut remedial.
- Pahala kesabaranSabar itu pahala gratis. Kalau hidup sering diuji, itu artinya langit lagi bagi-bagi cashback.
- Doa mustajabOrang terzalimi itu kayak punya “jalur hijau” ke langit. Doa langsung sampai tanpa lewat CS.
- Penghapusan dosa dan egoFitnah ibarat mesin cuci cosmic: dosa kita dicuci bersih, lalu dikirim (dengan gratis ongkir) kepada orang yang memfitnah.
- Pemupukan rohaniHati kita digemburkan sampai jadi subur. Cocok buat menanam hikmah, bukan dendam.
- Pahala syahidKalau fitnahnya karena kita membela kebenaran, pahalanya setara syahid. Tanpa harus ikut perang, tanpa perlu baju zirah.
Kesimpulan: Jangan Sedih, Anggap Saja Mereka Freelancer
Spiritual
Jadi, ketika ada orang yang memusuhi, memfitnah, atau
menghina kita, jangan buru-buru kecil hati. Ingat: mereka sebenarnya sedang
bekerja lembur demi menaikkan derajat kita. Mereka tak tahu, tapi itu
bukan urusan kita. Kita cukup bersyukur dan tersenyum.
Dunia ini keras, tetapi hati seorang mukmin bisa tetap
lembut dan damai kalau ia tahu satu hal: musuh hanyalah kurir dari Allah yang
mengantarkan hadiah—meski kadang sambil ngomel.
Selamat menikmati proses upgrade spiritual ini. Jangan lupa:
setiap kali kita sabar, ada setan yang menangis kehilangan jatah makan.
abah-arul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.