Di zaman modern ini, hampir semua orang sibuk mengejar “ketenangan batin”—ironisnya sambil terus memeriksa notifikasi yang jumlahnya lebih banyak daripada dzikir harian. Di tengah keramaian ini, tasawuf hadir sebagai oase. Tapi mencari tasawuf yang benar itu seperti mencari sinyal 4G di hutan: ada, tapi harus tahu titiknya.
Nah, artikel NU Online berjudul “Mengenal 6 Kitab Tasawuf
untuk Mengantarkan Cinta kepada Allah” bisa diibaratkan GPS resmi dari para
ulama. Enam kitab yang disebutkan bukan sekadar buku kuno yang baunya seperti
lembaran sejarah, tetapi power bank spiritual yang masih sangat relevan
untuk hati-hati low-batt.
Tasawuf Sunni: Ibarat Charger Original
Sebelum masuk ke kitab-kitabnya, penulis artikel menegaskan
bahwa tasawuf yang benar itu harus “Sunni”. Ini penting, karena tasawuf tanpa
syariat ibarat pakai charger KW: awalnya masuk, lama-lama meledak.
Tasawuf Sunni memastikan bahwa perjalanan spiritual tetap
berada di jalur Qur’an, Sunnah, dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah. Jadi tidak
ada praktik aneh-aneh seperti mencari ketenangan dengan menatap lilin selama 3
jam atau menganggap tidur siang sebagai suluk level tinggi.
Enam Kitab yang Jadi Lampu Penerang Hati (dan Pengusir
Kegalauan)
Tasawuf vs Era Digital: Antara Zikir dan Scroll
Tahun 2025 penuh dengan fenomena “tasawuf pop”—semua ingin
tenang, tapi tidak mau ribet menjalankan syariat. Ada yang mengira ketenangan
bisa dicapai hanya dengan caption Instagram berbunga-bunga. Padahal, para sufi
zaman dulu kalau ingin tenang, jalannya riyadhah, bukan reels.
Penutup: Dari Cinta Dunia ke Cinta Ilahi, Perlahan tapi
Pasti
Inti dari semua ini sederhana: tasawuf itu bukan bid’ah atau
pelarian dari dunia. Ia adalah inti agama, mengajarkan kita merawat hati,
memperbaiki akhlak, dan menata kembali cinta—dari cinta terhadap dunia
ringan-ringan, menuju cinta Ilahi yang menenangkan.
Enam kitab tasawuf ini adalah kompas. Kalau hati Anda sering
tersesat, sering overthinking, atau sering merasa kosong meski kuota penuh,
mungkin sudah saatnya membuka kitab-kitab ini.
Dan siapa tahu, dari hati yang kusam, Allah tumbuhkan
cahaya. Dari jiwa yang gelisah, tumbuh cinta Ilahi yang lembut.
Wallahu a’lam bis-shawab.
Sumber: https://nu.or.id/pustaka/mengenal-6-kitab-tasawuf-untuk-mengantarkan-cinta-kepada-allah-QHMko\
abah-arul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.