Jumat, 28 November 2025

Bumi yang Bergetar dan Ego yang Gemetar: Russell Means dan Tamparan Halus untuk Umat Manusia

Di zaman ketika manusia merasa dirinya adalah influencer utama jagat raya—lengkap dengan bio “makhluk paling cerdas di planet bumi”—hadirlah satu suara yang langsung menurunkan rating kepercayaan diri kita: Russell Means. Aktivis Lakota ini, dengan kalem tapi pedas, menyampaikan pelajaran masa kecil yang kira-kira setara dengan menerima “roasting” filosofis sebelum ulang tahun keenam.

Kalimat terkenalnya—bahwa kalau semua tanaman, hewan berkaki empat, dan makhluk bersayap hilang maka kehidupan tamat, tapi kalau manusia hilang bumi justru makin sehat—adalah cara elegan untuk berkata: “Hei manusia, kalian ini kayak tamu yang nggak pernah pamit, makannya banyak, tapi nggak bantu cuci piring.”

Mitakuye Oyasin: Ternyata Kita Sepupu Jauh dari Rumput

Dalam kosmologi Lakota, konsep mitakuye oyasin berarti “kita semua kerabat.” Sebuah pernyataan manis… sampai kita sadar bahwa itu berarti kita punya hubungan keluarga dengan kecoa, lumut, dan mungkin jamur yang suka muncul tiba-tiba di roti.

Bagi Lakota, alam adalah jaringan kehidupan yang erat—ibarat grup WhatsApp keluarga besar. Bedanya, di grup ini manusia bukan admin. Bahkan mungkin cuma anggota pasif yang sering dibisukan oleh anggota lain karena suka bikin keributan.

Means menyampaikan bahwa manusia bergantung pada makhluk lain, bukan sebaliknya. Suatu tamparan teknis yang halus: kita ini bukan pusat ekosistem, kita cuma numpang hidup tanpa bayar kos.

Ketika Bumi Lebih Sehat Tanpa Kita: Plot Twist Terbesar Setelah Avengers: Endgame

Pernyataan Means bahwa bumi akan “berkembang subur” tanpa manusia terdengar seperti ulasan jujur dari Planet Earth: “Maaf ya guys, kalian baik… tapi toxic.”

Contohnya sudah jelas:

  • Hutan: tumbuh kembali kalau kita diam.
  • Sungai: jernih kalau kita nggak usil.
  • Hewan: lebih santai kalau kita WFH dari planet lain.

Bahkan pandemi global sempat membuktikan teori Means: saat manusia stay at home, alam auto healing seperti artis yang habis menjalani retret tiga hari.

Ini bukan ajakan agar manusia hilang, tentu saja. Means hanya mengingatkan bahwa peran kita itu guardian, bukan bos besar. Kita ini satpam kosmik, bukan pemilik gedung.

Internet: Tempat di Mana Kebijaksanaan Lakota Berjumpa Komentar Nyeleneh

Seperti biasa, ketika kutipan Means viral di medsos, komentarnya pun beragam:

  • “Wah, ini dalam banget!”
  • “Saya tersinggung sebagai manusia!”
  • “Jadi maksudnya saya nggak penting, Bang?”
  • “Ini propaganda tumbuhan.”

Foto Means dengan tatapan tajamnya pun tampak seperti sedang berkata: “Tenang, manusia. Yang perlu kamu hancurkan bukan alam, tapi ego sendiri.”

Dan tentu, Means punya rekam jejak bukan kaleng-kaleng: pendudukan Wounded Knee, perjuangan hak adat, dan kemampuan menyampaikan kebijaksanaan tua dengan gaya yang bikin manusia modern merenung sambil menatap kantong plastik bekas belanja.

Kerendahan Hati: Skill yang Belum Di-Update oleh Manusia Modern

Pada akhirnya, Means mengajak kita upgrade firmware kesadaran: dari mode eksploitasi ke mode kerabat ekologis.

Kita memang tidak dibutuhkan bumi—tapi justru karena itu, kita punya tanggung jawab moral yang unik: menjaga sesuatu yang tidak membutuhkan kita, tapi yang kita butuhkan sepenuhnya.

Mirip seperti menjaga tanaman hias: tanaman tidak butuh kita untuk hidup, cuma butuh kita untuk tidak lupa menyiram lalu selfie dengan pencahayaan bagus.

Penutup: Bumi yang Bergetar Menunggu Kita Lebih Kalem

Jika bumi bergetar hari ini, mungkin bukan hanya karena lempeng tektonik, tapi juga karena dia geleng-geleng melihat ulah kita.

Dan ajaran Means adalah cara sederhana untuk berkata:
“Dunia ini bukan milik kita. Kita cuma numpang lewat. Jadi tolong tinggalkan kamar dalam keadaan rapi.”

Kerendahan hati bukan tanda kita kecil, tapi tanda bahwa kita cukup besar untuk mengakui posisi kita di jaringan kehidupan.

Dan siapa tahu—jika kita benar-benar belajar dari Lakota—bumi akhirnya bisa bilang:
“Oke deh manusia, kamu boleh tetap stay, asal jangan rese.”
abaharul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.