Rabu, 05 November 2025

Kelenjar Pineal: Mata Ketiga yang Katanya Bisa Lihat Tagihan Listrik

Kelenjar pineal adalah bagian kecil di tengah otak yang tugasnya sederhana: memastikan kita bisa tidur dengan tenang tanpa memikirkan cicilan. Tapi di dunia maya, organ mungil ini mendadak jadi bintang spiritual — semacam selebritas anatomi yang dikabarkan bisa membuka “mata ketiga”. Katanya, kalau berhasil diaktifkan, kita bisa melihat dimensi lain, membaca pikiran orang, atau minimal menemukan remote TV yang hilang di balik sofa.

Semuanya bermula dari postingan viral di X (alias Twitter versi serius), yang menyebut kelenjar pineal sebagai rahasia besar yang “disembunyikan elite global”. Tentu saja, karena tidak ada teori konspirasi yang lengkap tanpa kata elite global. Dalam narasi itu, kelenjar kecil ini bukan sekadar produsen melatonin, melainkan portal antardimensi—semacam bandara spiritual tanpa paspor, di mana jiwa kita bisa check-in untuk perjalanan astral.

Konon, di sana juga diproduksi zat bernama DMT, alias “molekul jiwa”. Zat ini dipercaya bisa membuat kita melihat hal-hal yang tak terlihat — mungkin termasuk isi hati mantan. Beberapa tokoh spiritual mengatakan bahwa DMT dilepaskan saat mimpi atau menjelang kematian. Para ilmuwan sih bilang, “Bisa jadi.” Tapi mereka menambahkan, “Belum terbukti.” Artinya, masih 50:50 antara laboratorium dan labu mistik.

Para penganut teori “mata ketiga” juga suka mengaitkan pineal dengan sejarah kuno. Ada Mata Horus di Mesir, simbol pine cone di Vatikan, bahkan kutipan Descartes tentang “seat of the soul”. Descartes mungkin tidak pernah membayangkan bahwa ratusan tahun kemudian, orang-orang akan menonton video YouTube berdurasi 12 menit berjudul ‘They Don’t Want You to Know This About Your Pineal Gland!’ sambil menabur garam Himalaya di air putihnya.

Namun, sains dengan sabar menjelaskan bahwa fungsi utama kelenjar pineal hanyalah mengatur ritme tidur lewat hormon melatonin — bukan membuka portal, bukan mengunduh firmware spiritual. Kalau melatonin rendah, hasilnya bukan kesadaran kosmis, tapi mata panda dan mood swing. Memang ada DMT di tubuh manusia, tapi kadarnya sangat kecil. Kalau pun ada yang “berhalusinasi karena pineal aktif”, kemungkinan besar itu bukan “mendekati dimensi lain”, tapi “belum tidur tiga malam”.

Tapi jangan buru-buru menertawakan. Narasi “Mata Ketiga” ini begitu populer karena menawarkan sesuatu yang sains jarang berikan: rasa makna. Ia bilang, “Kuil sejati ada di dalam dirimu.” Kalimat ini terdengar jauh lebih puitis dibanding “Tingkatkan kadar melatonin Anda secara alami.” Ia menenangkan hati di tengah dunia yang terlalu bising dengan data, tagihan, dan notifikasi.

Jadi, mungkin kebenaran bukan soal “apakah pineal bisa melihat masa depan”, melainkan “apakah kita masih bisa melihat ke dalam diri sendiri”. Meskipun tidak bisa membuka dimensi lain, meditasi tetap bisa membuka tab pengeluaran dan menyadarkan kita bahwa kedamaian batin lebih murah daripada terapi spa.

Maka, biarlah sains tetap meneliti, dan biarlah spiritualitas tetap bermimpi. Karena pada akhirnya, baik DMT maupun DPD (Dewan Perwakilan Diri), semua hanyalah usaha manusia memahami dunia dan dirinya. Dan kalau kelenjar pineal benar-benar bisa menghubungkan kita dengan alam semesta, semoga dia juga bisa menjawab satu misteri terbesar: kenapa Wi-Fi selalu lemah pas sinyal iman sedang kuat-kuatnya.

abah-arul.blogspot.com., November 20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.