Ketika Amerika Serikat dan Tiongkok sedang adu otot seperti dua gajah di padang globalisasi, Asia Tenggara tampak sibuk melakukan hal yang paling bijak—berjalan pelan di tengah-tengah sambil pura-pura menunduk, tapi mata tetap awas menghitung peluang. Inilah yang disebut optionalitas: kemampuan elegan untuk tidak memilih, tapi tetap mendapatkan semua keuntungan seolah-olah sudah memilih.
Namun, Go tak berhenti di situ. Ia mengingatkan bahwa
optionalitas bukan cuma soal bersilat lidah dalam konferensi internasional,
tapi juga tentang punya “fondasi internal yang kokoh.” Artinya, kalau mau jadi
jago menari di antara dua naga dan satu elang, jangan sampai rumah sendiri
bocor. Percuma punya strategi geopolitik kalau jaringan internet sering putus
dan birokrasi masih menunggu tanda tangan pejabat yang sedang rapat entah di
mana.
Untuk keluar dari jebakan ini, Go menyerukan agar kita
menutup kesenjangan antara kekuasaan dan talenta. Artinya, berhentilah memberi
jabatan karena hubungan keluarga, dan mulailah memberikannya kepada orang yang
memang tahu bedanya antara algoritma dan aljabar. Negara yang ingin menaklukkan
ekonomi digital tidak bisa terus-menerus memperlakukan STEM seperti
singkatan dari “Sudah Tapi Entah Mengapa.”
Asia Tenggara punya 700 juta penduduk dan PDB hampir 4
triliun dolar—angka yang cukup besar untuk membuat dunia melirik, tapi cukup
kecil untuk membuat investor bertanya, “Apakah ini peluang atau ujian
kesabaran?” Namun jika kawasan ini bisa memadukan diplomasi lentur dengan
ekonomi tangguh, kita bukan hanya jadi “penonton” dalam pertarungan raksasa,
tapi sutradara yang menentukan alur ceritanya.
“Di dunia di mana semua orang ingin jadi pemenang, yang
paling beruntung adalah mereka yang berhasil jadi teman semua pihak tanpa harus
ikut perang.”
Jadi, selamat datang di era geopolitik yoga: di
mana keseimbangan, kelenturan, dan napas panjang menjadi kunci bertahan hidup
di antara dua raksasa yang sedang batuk nuklir.
abah-arul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.