Pada suatu hari yang cerah—secerah algoritma TikTok yang sedang memantau minatmu—seorang wanita dengan penuh drama memposting video: “Aku baru saja menemukan buku langka dari tahun 1926! Mereka tidak ingin kita tahu ini!”
Tentu saja, seluruh dunia maya segera bergetar. Bukan karena isinya, tapi
karena thumbnail-nya pakai filter misterius dan tulisan “TERLARANG”
dengan font merah menyala.
Buku itu berjudul “The Secret World Government or
The Hidden Hand”. Namanya saja sudah seperti sinopsis film Marvel yang
ditulis oleh teori konspirasi. Penulisnya, seorang Mayor Jenderal Rusia
bernama Arthur Cherep-Spiridovich, tampaknya tidak puas hanya
menjadi “mayor”, jadi dia menambahkan gelar bangsawan “Count”—mungkin biar
terdengar seperti villain yang punya kastil di Transylvania dan hobi
tertawa, “Mwahaha!”
Dari Konspirasi ke Komedi Situasi
Namun, jika dibaca dengan kacamata abad ke-21, buku itu
terasa seperti Wikipedia-nya paranoia. Isinya: setengah sejarah,
setengah halusinasi, dan sepenuh-penuhnya keyakinan diri bahwa semuanya
ada hubungannya. Bahkan hujan pun mungkin disalahkan pada “penguasa
non-manusia”.
Kebangkitan Zombie dari Rak Buku Antik
- Katakan
bahwa sesuatu “terlarang”.
- Tambahkan
nada takut: “Aku bisa dibungkam karena ini!”
- Gunakan
pertanyaan dramatis: “Siapa yang mengendalikan kita sebenarnya?”
- Lalu
duduklah manis sambil menunggu views dan engagement naik.
Dan begitulah, konspirasi tahun 1926 akhirnya
mendapatkan rebranding gratis di tahun 2025—lengkap dengan
komentar “Mindblowing 🔥” dari akun anonim
dengan foto profil piramida Illuminati.
Sastra Kebencian, tapi Versi Viral
Antara Netflix dan Narasi Gelap
Kalimat, “Dunia dikendalikan oleh mereka yang tak
terlihat,” terasa puitis—sampai kita sadar bahwa “mereka” mungkin
hanya algoritma yang memutuskan video mana yang kamu lihat lebih dulu.
Kesimpulan: Hati-hati dengan Jemari Tersembunyi
Jadi, sebelum kamu menekan tombol “Bagikan” pada postingan
yang mengklaim “rahasia terlarang dari tahun 1926”, coba pikir: apakah kamu
sedang melawan konspirasi… atau justru menjadi bagian dari kampanye marketing
gratis bagi buku yang seharusnya sudah pensiun seabad lalu?
abah-arul.blogspot.com., November 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.