Bayangkan setan senior Screwtape—penghasut veteran dari dunia bawah—tidak lagi menulis surat panjang untuk keponakannya, Wormwood. Dunia sudah terlalu efisien untuk surat-menyurat. Kini, ia mendapat penugasan baru yang jauh lebih strategis: menjadi pembicara tamu di rapat komite orang tua murid sebuah sekolah modern.
Ia datang mengenakan jas tweed, kacamata bulat, dan senyum akademis khas profesor Oxford yang salah naik portal dimensi.
“Saudara-saudara sekalian,” katanya sambil menyeruput teh hangat yang kadar gulanya jelas tidak sehat, “izinkan saya mengucapkan selamat. Prestasi Anda luar biasa. Visi infernal kami—eh, maksud saya, visi kemajuan pendidikan Anda—telah melampaui target Neraka… maksud saya, target nasional.”
Lampu diredupkan. Slide pertama PowerPoint muncul:
“MERAYAKAN MEDIOKRITAS: Panduan Menuju Surga bagi yang Paling Pemalas.”
Tepuk tangan terdengar.
Standar: Dulu Digoda, Sekarang Diturunkan
Ia menampilkan contoh soal ujian akhir matematika:
Berapa jumlah jari Anda?A) LimaB) CukupC) Tidak relevanD) Saya tersinggung dengan pertanyaan ini
Trauma: Senjata Massal Paling Efektif
“Poin kedua,” kata Screwtape sambil berpindah slide, “trauma.”
“Dengan satu kata sakti, semua tantangan bisa dihapus. Hasilnya adalah generasi yang rapuh—seperti adonan kue yang belum dipanggang. Lembek, manis, dan sangat mudah dibentuk.”
Seorang ibu terisak haru sambil memeluk boneka emotional support owl.
Sekolah: Dari Temple of Learning ke Daycare Mewah
“Dan terakhir,” ujar Screwtape, “fungsi sekolah.”
Slide menampilkan ruang kelas penuh bantal empuk, bean bag, dan poster You Are Enough.
“Kenapa repot-repot jadi temple of learning? Jadikan saja daycare mewah. Fokus pada feeling, bukan thinking. Yang penting anak feel good, bukan be good—apalagi be great.”
Tidak Perlu Memotong Bunga, Cukup Ratakan Tanah
Sebagai penutup, Screwtape berkata dengan nada bijak:
“Manusia dulu punya istilah tall poppy syndrome—memotong yang menonjol. Kini Anda tidak perlu repot. Cukup turunkan permukaan tanahnya.”
“Tidak ada yang menonjol. Semua sama tinggi. Pendek. Nyaman. Dan—ini favorit kami—sangat mudah dikelola.”
Rapat ditutup dengan standing ovation.
Di parkiran, Screwtape mengirim pesan singkat ke atasannya di Neraka:
Laporan: Misi Mediokritas Global berjalan sukses.Manusia melakukannya sendiri.Kami hanya duduk manis dan sesekali bertepuk tangan.Rekomendasi: Perbanyak trigger warning dan stiker “Partisipasi adalah Juara”.
Ia menghilang dalam kepulan asap, meninggalkan bau belerang samar—yang oleh para orang tua disangka sebagai aroma hand sanitizer edisi terbaru.
abah-arul.blogspot.com., Januari 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.