Minggu, 04 Januari 2026

Operasi Absolute Resolve: Ketika Jam Weker Dunia Berbunyi Pukul Dua Pagi

Pada 3 Januari 2026, tepat pukul 02.00 dini hari, dunia terbangun bukan karena azan subuh, alarm ponsel, atau notifikasi diskon e-commerce, melainkan oleh sebuah berita yang terasa seperti trailer film Hollywood berbiaya tak terbatas. Amerika Serikat, dengan penuh keyakinan sinematik, melancarkan Operasi Absolute Resolve—alias Southern Spear—dan berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya langsung dari kompleks militer. Lokasi: Fuerte Tiuna. Pemeran pendukung: Delta Force, CIA, FBI, dan sekitar 150 pesawat. Sutradara imajiner: sejarah panjang permusuhan geopolitik.

Ini bukan operasi dadakan. Ini adalah klimaks panjang dari hubungan AS–Venezuela yang sejak lama lebih mirip sinetron politik ketimbang diplomasi. Bedanya, sinetron biasanya tayang sore hari, bukan jam dua pagi dengan pesawat tempur sebagai backsound.

Dua Narasi: Satu Realita, Dua Mikrofon

Amerika Serikat—kini kembali dipimpin Presiden Donald Trump (edisi comeback)—menyodorkan dua alasan utama. Pertama, Maduro disebut-sebut sebagai bos besar Cartel de los Soles, seolah-olah ia bukan presiden, melainkan CEO perusahaan narkotika dengan jaringan internasional. Kedua, ia dituduh “mengirim migran” ke perbatasan AS, seakan-akan imigrasi itu bisa dipesan seperti paket ekspedisi lintas benua.

Narasi ini adalah puncak kebijakan maximum pressure: sanksi, blokade, hadiah penangkapan, dan kini—penangkapan itu sendiri. Lengkap sudah. Tinggal merchandise resmi.

Di sisi lain, Venezuela dan sebagian besar pengamat dunia melihat operasi ini bukan sebagai penegakan hukum, melainkan sebagai episode lama yang diulang: intervensi ala Amerika Latin klasik, dengan minyak sebagai bintang tamu tak pernah absen. Bagi mereka, ini bukan Absolute Resolve, melainkan Absolute Intrusion.

Rakyat Caracas: Bangun Tidur, Dunia Sudah Berubah

Sementara para analis debat di studio TV berpendingin ruangan, warga Caracas terbangun oleh suara ledakan, pesawat, dan pemadaman listrik. Media sosial penuh dengan pertanyaan: “Ini kudeta?”, “Ini invasi?”, atau “Ini latihan militer yang kebablasan?”

Pendukung dan penentang Maduro—yang biasanya sibuk berdebat—kali ini sama-sama bingung. Karena satu hal menyatukan semua orang: tidak ada yang nyaman ketika negara asing datang bertamu tengah malam tanpa undangan.

Dunia Internasional: Marah, Prihatin, dan Mengernyitkan Dahi

Pemerintah Venezuela langsung mengecam keras. Wakil Presiden Delcy Rodríguez naik panggung sebagai presiden sementara, sementara PBB dipanggil seperti orang tua yang diminta melerai anak-anak berkelahi.

Brasil menyebutnya preseden berbahaya. Rusia dan Tiongkok mengecam. Uni Eropa berkata dengan gaya khas: “Kami tidak suka Maduro, tapi kami juga tidak suka cara ini.” Partai Demokrat AS sendiri ikut mengkritik Trump karena bertindak tanpa konsultasi Kongres—sebuah pengingat bahwa bahkan di rumah sendiri, Trump jarang bertindak sendirian tanpa menuai protes.

Para pakar hukum internasional pun serempak membuka Piagam PBB, menunjuk Pasal 2(4), dan berkata, “Ini… problematik.” Sebuah kata sopan untuk sesuatu yang sangat berisik secara hukum.

Akar Konflik: Kisah Lama dengan Pemeran Baru

Sejak era Hugo Chávez, konflik ini punya semua unsur drama: pemilu yang diperdebatkan, sanksi ekonomi, tuduhan narkotika, minyak melimpah, dan persahabatan geopolitik dengan Rusia serta Tiongkok. Semua bercampur menjadi satu sup geopolitik yang rasanya tak pernah benar-benar dingin.

Penutup: Menang Operasi, Kalah Tepuk Tangan

Operasi Absolute Resolve memang berhasil menangkap target. Tapi seperti pertandingan sepak bola tandang, kemenangan ini disambut sorakan minim dan cemoohan global. Dunia kini bertanya: jika kepala negara bisa ditangkap lewat operasi militer sepihak, siapa berikutnya?

Sementara Nicolás Maduro menunggu proses hukum di New York, dunia internasional menunggu jawaban yang lebih besar: apakah tatanan global masih diatur oleh hukum, atau oleh siapa yang punya pesawat lebih banyak dan jadwal operasi tengah malam.

Jam weker dunia sudah berbunyi. Masalahnya, tak ada yang benar-benar siap bangun.

abah-arul.blogspot.com., Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.