Kalau kamu merasa hidupmu ribet, tenang. Bukan kamu saja. Di dalam dirimu sendiri saja sebenarnya sudah berdiri satu kerajaan lengkap dengan konflik politik, pengkhianatan, dan kudeta diam-diam.
👑 Raja yang Baperan tapi Menentukan Segalanya
Di kerajaan ini, Hati adalah rajanya. Sayangnya, raja kita ini tipikal pemimpin yang… sensitif. Dikasih pujian sedikit, langsung berbunga-bunga. Dikasih komentar pedas sedikit, langsung mendung tujuh hari tujuh malam.
Padahal keputusan raja ini krusial:
-
Mau sabar atau ngamuk?
-
Mau memaafkan atau menyimpan dendam sampai kiamat kecil?
-
Mau bangun tahajud atau bangun… buat cek notifikasi?
🧠 Perdana Menteri yang Hobi Rapat tapi Jarang Eksekusi
Di samping raja ada Pikiran, sang perdana menteri. Kerjanya mikir. Hobinya juga mikir. Keahliannya? Overthinking.
Dia ini pintar, tapi sering kebanyakan simulasi:
“Bagaimana kalau aku mulai hidup sehat?”“Tapi bagaimana kalau nanti capek?”“Bagaimana kalau capeknya bikin stres?”“Bagaimana kalau stres bikin makan banyak?”“Sudahlah, makan sekarang saja.”
Akhirnya kerajaan cuma punya rencana pembangunan jangka panjang tanpa pembangunan.
🍟 Para Menteri Nafsu: Licik tapi Kreatif
Nah ini dia kabinet paling berisik: Nafsu dan Keinginan.
Mereka ini sebenarnya bisa jadi pegawai teladan kalau diarahkan. Tapi kalau dibiarkan, mereka berubah jadi:
-
Menteri Urusan Rebahan Nasional
-
Menteri Konsumsi Tanpa Kontrol
-
Menteri Scroll Tanpa Henti
-
Menteri “Besok Aja Taubatnya”
Mereka juga ahli propaganda:
“Hidup cuma sekali, makanlah.”“Self reward itu penting.”“Kamu pantas bahagia.”(terjemahan internal: ayo kita hancurkan disiplin pelan-pelan)
🏰 Saat Gerbang Dibuka Diam-Diam
Masalah mulai serius ketika raja lelah, perdana menteri bingung, dan para menteri nafsu pegang kendali.
Gerbang kerajaan pun dibuka. Masuklah para penjajah batin:
-
Cemas berlebihan
-
Marah tanpa rem
-
Iri hati profesional
-
Sedih tanpa sebab tapi tetap update status
Kerajaan jadi kacau. Rakyat (tangan, kaki, mulut) ikut-ikutan:
-
Mulut jadi pedas
-
Jari jadi rajin komentar nyinyir
-
Kaki rajin ke tempat yang… ya begitulah
Istana megah berubah jadi negara berkembang yang penuh utang emosi.
✨ Datangnya Pasukan Pembebas
Di saat situasi genting, datang bala bantuan dari Kerajaan Cahaya. Mereka kirim tiga pasukan elit:
Masalahnya… saat pasukan ini datang, para menteri nafsu panik.
Mereka teriak:
“Wah ini ekstrem!”“Nggak usah terlalu serius hidup!”“Nanti kamu berubah loh!”
Padahal yang berubah cuma dari berantakan jadi terarah.
🤝 Kerajaan Sekutu
Untungnya, kerajaan diri tidak sendirian. Ada kerajaan sekutu:
-
Guru yang mengingatkan
-
Teman saleh yang ngajak baik
-
Lingkungan yang bikin malu kalau mau macam-macam
Mereka ini seperti aliansi internasional, tapi versi hati. Bukan kirim senjata, tapi kirim nasihat dan contoh hidup waras.
🕊️ Mimpi Akhir: Negeri yang Tenang
Tujuan akhirnya bukan jadi kerajaan paling kaya sedunia, tapi jadi negeri dengan status:
Di sini raja tidak lagi dikendalikan nafsu, perdana menteri tidak hanya rapat, dan para menteri keinginan sudah dilatih jadi pegawai profesional, bukan provokator.
🎭 Plot Twist Terbesar
Tapi dari dalam kerajaan sendiri.
Dan perjuangan paling heroik dalam hidup bukan terlihat di Instagram, tapi terjadi diam-diam saat seseorang berkata dalam hati:
“Kayaknya yang salah bukan dunia deh… tapi sistem pemerintahanku.”
Dan percayalah, ketika kerajaan diri mulai tertata, hidup di luar ikut pelan-pelan rapi.
Meski kadang… menteri rebahan masih coba kudeta tiap habis makan siang. 😌

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.