Bayangkan adegan film aksi: ratusan orang berlarian dari sebuah gedung besar di Kamboja, wajah panik, tangan membawa tas seadanya. Tapi ini bukan Mission Impossible: Phnom Penh Protocol — ini berita nyata dari BBC News Indonesia, dan pemerannya bukan Tom Cruise, melainkan ratusan WNI yang lolos dari jebakan kerja palsu.
Mereka bukan agen rahasia, tapi korban human
trafficking modern berkedok pekerjaan “customer service” — sebuah
profesi yang di LinkedIn terdengar sopan, tapi di lapangan ternyata jadi
operator love scam dan crypto fraud.
๐ผ Janji Gaji dan
Kontrak Gaib
Dari analisis, ada tiga tipe korban:
- 70–80%
benar-benar tertipu.
- 15–20%
curiga tapi nekat (“yah, paling kerja di kasino lah”).
- 1–5%
tahu itu scam tapi tetap berangkat (“yang penting cuan dulu, dosa nanti
urusan taubat”).
๐ช Cermin Retak
Ekonomi Domestik
Namun di kolom komentar media sosial, muncul dua kubu:
- Kubu
empati: “Kasihan, mereka pejuang rupiah.”
- Kubu
sarkasme: “Makanya jangan serakah, bro.”
Padahal, dua-duanya salah sasaran. Kalau peluang ekonomi di
dalam negeri cukup, tak ada yang rela menukar KTP dengan tiket murah menuju
perbudakan modern.
๐งณ Diplomasi dan
Drama ASEAN
Kerjasama ASEAN pun jadi seperti arisan yang molor: banyak
niat baik, tapi eksekusinya menunggu “host-nya sempat”.
๐ง Literasi Digital:
Antara Cek Fakta dan Cek Saldo
Dan kalau HRD-nya menolak video call dengan alasan “koneksi
jelek”, percayalah — yang jelek bukan sinyal, tapi niatnya.
๐ Refleksi
Kemanusiaan di Era Digital
Tragedi WNI di Kamboja ini bukan sekadar berita viral — tapi
alarm keras bahwa globalisasi tanpa proteksi bisa menjelma jadi kolonialisme
gaya baru: bukan lagi dijajah bangsa lain, tapi oleh algoritma dan
keserakahan.
☕ Penutup: Antara Gaji dan
Harga Diri
Sebab, kalau rakyat terus berlari dari negeri sendiri untuk
sekadar mencari hidup layak — mungkin yang perlu diselamatkan bukan mereka dari
Kamboja, tapi kita semua dari jebakan sistemik bernama ketimpangan.
abah-arul.blogspot.com., Oktober 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.