🍵 Dilema Fiskal Purbaya: Antara Uang Kopi dan Uang Negara
Ketika Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan, banyak orang berpikir: "Akhirnya, ada Menkeu yang ngerti ekonomi dari sisi rakyat!" Tapi setelah duduk di kursi empuk kementerian, ternyata pandangan idealis itu perlahan berubah jadi... realistis. Atau dalam bahasa dapur rumah tangga: dulu mau menurunkan harga cabai, sekarang sadar harga bawang pun nggak bisa diatur tanpa rapat lintas kementerian.
☕ 1. Dari Janji Manis ke Realisme
Fiskal
Dengan gaya bijak khas pejabat baru, Purbaya menyebut
pendekatannya “realisme fiskal”. Terjemahannya: janji tetap manis,
tapi pembukuannya pahit.
💸 2. Stimulus Dobel:
Antara Saling Bantu atau Saling Gantung
Sayangnya, sebagian ekonom curiga:
“Apakah ini gotong royong ekonomi, atau sekadar
gotong-gotongan likuiditas?”
Masalahnya, kalau dana Rp200 triliun itu disalurkan ke
proyek produktif, bagus. Tapi kalau nyasar ke kredit motor, nanti rakyat memang
semangat kerja — tapi macetnya bukan cuma di jalan, juga di laporan NPL.
Belum lagi risiko lain: kalau BI terlalu sering menuruti
Kemenkeu, bisa-bisa nanti muncul gosip, “Moneter udah nggak independen, udah
jadian sama fiskal.”
🏦 3. Visi Emas 2045: Kaya
Raya tapi Tetap Hemat
📉 4. Antara Stabilitas
dan Akselerasi: Drama Dana Mengendap
Jadilah ekonomi kita seperti motor bebek yang gasnya ditekan
dua orang sekaligus — yang satu pengen ngebut, yang satu takut bensinnya habis.
Rieke Diah Pitaloka pun mengingatkan pentingnya data yang
akurat. Karena kalau datanya salah, bisa-bisa kita bangun jembatan di tempat
yang belum ada sungainya.
🪙 Kesimpulan: Antara
Harapan dan Pembukuan
Jadi, ketika Purbaya bicara tentang “realisme fiskal”,
mungkin yang ia maksud adalah ini:
“Kalau mau kaya, jangan cuma mimpi besar — tapi juga
hitungannya jangan minus.”
Dan mungkin, dalam hati kecilnya, beliau berdoa setiap
malam:
“Ya Tuhan, berikan kami pertumbuhan 8 persen, tapi jangan
biarkan defisit 9.”
abah-arul.blogspot.com., Oktober 2025
Reviewed by banyu bening Ajibarang
on
10/28/2025 02:53:00 PM
Rating:


Tidak ada komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.