Pernahkah kamu merasa kepalamu penuh kabut, padahal belum masuk musim hujan? Itu bukan karena cuaca, tapi mungkin karena otakmu sedang sibuk demo menolak menu favoritmu. Ya, ternyata beberapa makanan dan minuman yang kita kira “sahabat karib” sehari-hari, diam-diam jadi toxic relationship buat otak.
Mari kita lihat daftar tersangkanya. Spoiler: banyak yang
ada di dapur kita sekarang juga.
1. Bacon
Kita suka bilang, “Segalanya lebih enak dengan bacon.”
Betul, tapi ternyata segalanya juga jadi lebih berkabut di kepala.
Nitrit di bacon bikin otakmu seperti radio rusak—cuma dapat siaran
“kresek-kresek.”
2. Minyak goreng bekas pakai
Kalau kamu pikir minyak goreng yang dipakai tiga kali masih
aman, bayangkan otakmu ikut jadi gorengan. Bedanya, kalau bakwan bisa renyah,
otakmu justru jadi lembek.
3. Makanan ultra-olahan
Snack kemasan ibarat mantan toxic: manis di awal, bikin mood
naik-turun kayak roller coaster, lalu ujung-ujungnya bikin nyesel.
4. Ikan tinggi merkuri
Kalau otakmu studio musik, ikan ini adalah tetangga berisik
yang suka karaokean tiap malam. Bikin sinyal otakmu penuh gangguan statis.
5. Lemak trans
Katanya bikin makanan awet. Betul, tapi otakmu jadi loading
lebih lama daripada Wi-Fi di kos-kosan.
6. Sereal manis
Sarapan pakai kue manis? Selamat, otakmu ikut main drama:
semangat di jam 8 pagi, tumbang jam 10, lalu ngambek sampai siang.
7. Mie instan dan camilan asin
Mie instan memang penyelamat tanggal tua. Sayangnya, ia juga
maling halus: mencuri hidrasi tubuh dan menyumbat jalur oksigen ke otak.
8. Makanan gosong
Ada yang suka sate “super well done”? Hati-hati, otakmu
lebih suka slow cooking. Kalau sering gosong, bukan sate saja yang
hangus, tapi juga fokusmu.
9. Pemanis buatan
Otakmu itu kayak anak kecil: gampang bingung. Begitu diberi
pemanis buatan, dia bingung, “Ini manis beneran atau prank?” Akhirnya malah
minta tambah gula.
Minuman Tersangka
- Minuman
energi: bikin kamu seperti superman sejam, lalu jadi kentang tiga jam
berikutnya.
- Alkohol:
cocok buat hapus memori, sayangnya bukan memori mantan, tapi memori
pelajaran kuliah.
- Soda:
isinya gula plus janji manis palsu.
- Kopi
fancy berkrim: bukan kopi, tapi dessert yang nyamar jadi kopi.
Solusi ala Santai
Jangan panik. Nggak perlu langsung pindah diet ke planet
lain. Cukup:
- Pilih
makanan asli, bukan yang punya nama belakang “instan.”
- Masak
pakai minyak segar, bukan minyak yang sudah dipakai sampai warnanya setara
oli motor.
- Minum
air putih, kopi hitam, atau teh polos.
- Anggap
makanan olahan itu side character, bukan pemeran utama.
Penutup
Ingat, otakmu bukan mesin diesel yang tahan segala macam
bahan bakar. Ia lebih mirip kucing anggora: sensitif, manja, dan butuh
perhatian. Jadi kalau masih mau ingat password Wi-Fi besok pagi, jangan
terus-terusan traktir otakmu dengan junk food.
abah-arul.blogspot.com., September 2025

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.