Pada tahun 1952, seorang fisikawan bernama David Bohm bikin ulah. Bukan ulah macam nyontek ujian atau kabur dari kelas fisika, tapi ulah yang bikin seluruh komunitas ilmiah garuk-garuk kepala.
Bayangkan saja: di tengah gegap gempita interpretasi
Bohr-Heisenberg—yang intinya bilang, “partikel itu kayak mantan, ada kalau kita
lihat, kalau enggak ya hilang”—Bohm masuk dengan muka serius dan bilang:
“Eh, enggak gitu juga sih. Partikel itu dipandu oleh
gelombang tak terlihat. Semacam... Waze kosmik.”
Para ilmuwan terdiam. Sebagian melotot, sebagian pura-pura
nyatet.
Bohm vs Klub Elite Fisika
Bohr dan Heisenberg sudah mapan. Mereka punya “Interpretasi
Copenhagen” yang kedengarannya canggih, seperti menu di restoran mahal. Tapi
Bohm nekat nyelutuk, “Enggak, realitas itu terhubung semua, kayak Wi-Fi
gratis.”
Einstein langsung tepuk tangan, “Akhirnya ada yang sepakat
kalau Tuhan gak main dadu!”
Tapi komunitas fisika? Mereka lebih mirip panitia OSIS yang
gak mau aturan diubah. Mereka bilang teori Bohm itu:
- Terlalu
metafisik
- Terlalu
holistik
- Dan
yang paling ngeri: terlalu bikin mikir
Singkat kata, Bohm dianggap kayak anak baru yang bawa bekal
nasi goreng ke kelas fine dining.
McCarthy dan Drama Politik
Sayangnya, hidup Bohm bukan cuma soal fisika. Amerika lagi
demam McCarthy, paranoia komunis di mana-mana. Bohm ikut kena tuduh, padahal
kerjaannya sehari-hari cuma main persamaan diferensial.
Akibatnya:
- Dipecat
dari Princeton
- Namanya
di-blacklist
- Paspor
dicabut
Bayangkan, seorang ilmuwan dilarang jalan-jalan bukan karena
bawa senjata, tapi karena bawa ide. Akhirnya Bohm kabur ke Brasil. Bisa jadi
dia satu-satunya fisikawan yang dipaksa jadi ekspatriat gara-gara “terlalu
pintar di saat yang salah.”
Implicate Order: Kosmos Versi Origami
Bohm lalu meluncurkan konsep keren: Implicate Order.
Katanya, realitas yang kita lihat itu cuma “Explicate Order”—alias permukaan
doang.
Di baliknya, ada dunia lipatan-lipatan rahasia, kayak
origami kosmik. Jadi semua hal di alam semesta ternyata terhubung, mirip
grup WhatsApp keluarga: apa pun yang terjadi di satu sudut, semua orang
langsung tahu (dan kadang langsung ribut).
Bohm: Dari Einstein Sampai Dalai Lama
Ide Bohm akhirnya merembes ke mana-mana:
- Karl
Pribram bikin teori otak holografik.
- Roger
Penrose ngobrol soal kesadaran kuantum.
- Bahkan
The Matrix bisa dibilang cucian kering dari teori Bohm.
Dan Dalai Lama? Ikut nimbrung. Siapa sangka Bohm jadi
jembatan antara meditasi dan mekanika kuantum.
Akhirnya?
Dulu Bohm dianggap sesat. Hari ini? Banyak fisikawan mulai
mengakui, “Eh, jangan-jangan Bohm ada benernya.”
Artinya:
- Alam
semesta bukan acak
- Pikiran
dan materi nyambung kayak kabel USB
- Dan
kontrol total itu mustahil, karena semua saling terkoneksi
Dengan kata lain, Bohm lebih dulu menemukan apa yang kita
semua rasakan sekarang: hidup ini bukan chaos, tapi lebih ke... chaos yang
nyambung-nyambung juga.
Penutup
David Bohm mungkin dihapus dari buku teks resmi, tapi idenya
tetap nyangkut di catatan kaki, di seminar-seminar filsafat, dan di film
Hollywood.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.