Senin, 08 September 2025

David Bohm: Fisikawan yang Nyaris Jadi Mistikus (Tapi Tetap Pake Kalkulator)

Pada tahun 1952, seorang fisikawan bernama David Bohm bikin ulah. Bukan ulah macam nyontek ujian atau kabur dari kelas fisika, tapi ulah yang bikin seluruh komunitas ilmiah garuk-garuk kepala.

Bayangkan saja: di tengah gegap gempita interpretasi Bohr-Heisenberg—yang intinya bilang, “partikel itu kayak mantan, ada kalau kita lihat, kalau enggak ya hilang”—Bohm masuk dengan muka serius dan bilang:

“Eh, enggak gitu juga sih. Partikel itu dipandu oleh gelombang tak terlihat. Semacam... Waze kosmik.”

Para ilmuwan terdiam. Sebagian melotot, sebagian pura-pura nyatet.

Bohm vs Klub Elite Fisika

Bohr dan Heisenberg sudah mapan. Mereka punya “Interpretasi Copenhagen” yang kedengarannya canggih, seperti menu di restoran mahal. Tapi Bohm nekat nyelutuk, “Enggak, realitas itu terhubung semua, kayak Wi-Fi gratis.”

Einstein langsung tepuk tangan, “Akhirnya ada yang sepakat kalau Tuhan gak main dadu!”

Tapi komunitas fisika? Mereka lebih mirip panitia OSIS yang gak mau aturan diubah. Mereka bilang teori Bohm itu:

  • Terlalu metafisik
  • Terlalu holistik
  • Dan yang paling ngeri: terlalu bikin mikir

Singkat kata, Bohm dianggap kayak anak baru yang bawa bekal nasi goreng ke kelas fine dining.

McCarthy dan Drama Politik

Sayangnya, hidup Bohm bukan cuma soal fisika. Amerika lagi demam McCarthy, paranoia komunis di mana-mana. Bohm ikut kena tuduh, padahal kerjaannya sehari-hari cuma main persamaan diferensial.

Akibatnya:

  • Dipecat dari Princeton
  • Namanya di-blacklist
  • Paspor dicabut

Bayangkan, seorang ilmuwan dilarang jalan-jalan bukan karena bawa senjata, tapi karena bawa ide. Akhirnya Bohm kabur ke Brasil. Bisa jadi dia satu-satunya fisikawan yang dipaksa jadi ekspatriat gara-gara “terlalu pintar di saat yang salah.”

Implicate Order: Kosmos Versi Origami

Bohm lalu meluncurkan konsep keren: Implicate Order. Katanya, realitas yang kita lihat itu cuma “Explicate Order”—alias permukaan doang.

Di baliknya, ada dunia lipatan-lipatan rahasia, kayak origami kosmik. Jadi semua hal di alam semesta ternyata terhubung, mirip grup WhatsApp keluarga: apa pun yang terjadi di satu sudut, semua orang langsung tahu (dan kadang langsung ribut).

Bohm: Dari Einstein Sampai Dalai Lama

Ide Bohm akhirnya merembes ke mana-mana:

  • Karl Pribram bikin teori otak holografik.
  • Roger Penrose ngobrol soal kesadaran kuantum.
  • Bahkan The Matrix bisa dibilang cucian kering dari teori Bohm.

Dan Dalai Lama? Ikut nimbrung. Siapa sangka Bohm jadi jembatan antara meditasi dan mekanika kuantum.

Akhirnya?

Dulu Bohm dianggap sesat. Hari ini? Banyak fisikawan mulai mengakui, “Eh, jangan-jangan Bohm ada benernya.”

Artinya:

  • Alam semesta bukan acak
  • Pikiran dan materi nyambung kayak kabel USB
  • Dan kontrol total itu mustahil, karena semua saling terkoneksi

Dengan kata lain, Bohm lebih dulu menemukan apa yang kita semua rasakan sekarang: hidup ini bukan chaos, tapi lebih ke... chaos yang nyambung-nyambung juga.

Penutup 

David Bohm mungkin dihapus dari buku teks resmi, tapi idenya tetap nyangkut di catatan kaki, di seminar-seminar filsafat, dan di film Hollywood.

Kalau hidupnya difilmkan, judul paling cocok mungkin:
“David Bohm: Dari Princeton ke Brasil, Demi Membuktikan Alam Semesta Sebenarnya Satu Grup WhatsApp Raksasa.”
abah-arul.blogspot.com., September 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.