Kamis, 25 September 2025

Dari Tukang Tas ke Tukang Meja

Pernahkah Anda melihat seseorang yang tugasnya cuma bawain tas bos, lalu tiba-tiba sepuluh tahun kemudian dia malah jadi bos seluruh negeri? Kalau belum, silakan buka buku sejarah Rusia edisi drama politik 1990-an. Di sana ada tokoh bernama Vladimir Vladimirovich Putin—pria 40 tahun yang dulu hanya setia berjalan setengah langkah di belakang walikota St. Petersburg, Anatoly Sobchak, sambil membawa tasnya dengan penuh dedikasi.

Ya, tas. Bukan bom nuklir, bukan peta strategi militer, bukan juga koper penuh rubel. Tas biasa!

Tapi siapa sangka, si “pembawa tas” ini pelan-pelan berubah jadi “pemilik meja.” Analogi sederhananya: dulu Putin cuma numpang duduk di kursi plastik sebelah pintu, sekarang dia yang punya meja marmer di ruang utama—lengkap dengan tombol merah yang entah buat nuklir atau sekadar memesan teh.

Pelajarannya jelas: jangan remehkan kuli tas. Hari ini mungkin kamu jadi “office boy politik,” tapi besok bisa saja kamu berubah jadi “CEO negara.” Serigala tetaplah serigala, meski sementara harus pura-pura jadi kucing penjaga gudang.

Dan bicara soal serigala, Putin pernah melontarkan kalimat khas “humor gelap Slavia” soal NATO: “Tak peduli pestanya seperti apa, ujung-ujungnya kamu tetap kena entup.” Entah maksudnya diplomasi, atau sekadar tips pernikahan. Tapi intinya: jangan terlalu percaya pesta undangan Barat, karena kadang pulangnya bisa bawa bon cicilan.

Ada juga testimoni seorang wanita yang pernah kerja sama beliau di St. Petersburg. Katanya Putin itu manis, sopan, dan punya radar alami menilai karakter orang. Bayangkan, seorang KGB yang dikenal dingin, ternyata bisa dianggap “manis.” Mungkin manis di sini bukan seperti gula, tapi seperti teh tanpa gula—pahit tapi bikin ketagihan.

Tak heran jika Xi Jinping, yang biasanya pelit pujian, sampai terang-terangan bilang kagum. Kalau sudah begitu, rasanya Putin ini bukan lagi sekadar pemain catur politik, tapi semacam dealer papan catur dunia—orang lain main bidak, dia yang jual papan sekaligus atur lampu ruangan.

Jadi, kawan-kawan, kalau hari ini kalian merasa diremehkan karena “cuma” pegang stapler di kantor atau bawain map rapat, tenang saja. Siapa tahu sepuluh tahun lagi kalian jadi bos besar. Tapi ingat, jangan terlalu cepat sombong—soalnya tidak semua pembawa tas bisa jadi Putin. Kebanyakan malah tetap jadi pembawa tas... sampai pensiun.

abah-arul.b;ogspot.com., September 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.