Senin, 16 Februari 2026

Ketika Aristoteles Jadi Influencer Startup (dan Ikut Thread 10 Slide)

Dari Filsafat Yunani ke Thread Viral

Di era digital yang segala sesuatu harus bisa dipahami dalam 10 slide atau 10 tweet, muncullah sebuah fenomena unik: filsafat kuno yang direbranding menjadi konten startup. Thread dari akun @Founder_Mode_ ini adalah contoh sempurna bagaimana ajaran Aristoteles yang dulu ditulis dengan penuh kontemplasi, kini disajikan seperti resep mie instan: seduh 3 langkah, tunggu 5 menit, jadi unicorn.

Tak tanggung-tanggung, nama besar seperti Elon Musk dan Jeff Bezos dihadirkan sebagai “bukti ilmiah” bahwa siapa pun bisa sukses—asal mau berpikir dari “first principles”.

Masalahnya sederhana: Aristoteles dulu menulis Metafisika dalam puluhan halaman. Thread ini merangkumnya jadi 10 postingan. Bahkan ringkasan buku LKS SMA pun kadang lebih panjang.

Mini-Kursus Inovasi: Dari Roket ke Warung Seblak

Thread ini mengajarkan bahwa Musk sukses karena menghitung bahan baku roket: baja, titanium, dan sedikit doa orang tua. Totalnya hanya 2 juta dolar. Sisanya? Ya, mungkin ongkir.

Logikanya sederhana:

Roket mahal → bongkar → hitung bahan → bikin sendiri → jadi murah

Dengan logika ini, sebenarnya kita semua bisa jadi Elon Musk. Tinggal ke pasar:

  • “Pak, baja sekilo berapa?”
  • “Titanium ada cashback nggak?”

Kalau Musk bisa bikin roket, kenapa kita nggak bisa bikin startup seblak berbasis AI?

Padahal kenyataannya, roket itu bukan seperti merakit lemari IKEA. SpaceX pernah gagal berkali-kali. Tapi thread tidak punya ruang untuk kegagalan—karena kegagalan tidak aesthetic dan kurang cocok dijadikan carousel Instagram.

Tiga Langkah Sakti: Seolah Dunia Ini Sesederhana Masak Indomie

Thread tersebut menawarkan tiga langkah:

  1. Definisikan masalah
  2. Pecah ke kebenaran dasar
  3. Bangun solusi dari nol

Ini terdengar keren. Tapi jika diterapkan di kehidupan sehari-hari:

Masalah: Dompet kosong
First principles: Saya butuh uang
Solusi: Jadi kaya

Selesai. Problem solved. Tinggal tunggu investor masuk.

Inilah keindahan konten inspiratif: semakin sederhana, semakin terasa dalam. Semakin tidak aplikatif, semakin terlihat filosofis.

Jeff Bezos dan Perang terhadap PowerPoint

Dalam thread, Bezos digambarkan sebagai pahlawan anti-PowerPoint. Semua harus pakai memo 6 halaman. Karena PowerPoint katanya penuh opini.

Padahal yang sering terjadi di kantor:

  • PowerPoint tetap dipakai
  • Memo 6 halaman juga dibuat
  • Meeting tetap 2 jam
  • Dan hasilnya tetap: “kita follow up lagi ya”

Jadi sebenarnya yang berubah bukan metode berpikir, tapi format penderitaan.

Founder Worship: Ketika Founder Jadi Nabi Startup

Salah satu hal paling menarik adalah fenomena “founder worship”. Para founder diposisikan seperti nabi modern:

  • Mereka punya wahyu (insight)
  • Mereka punya mukjizat (valuation)
  • Mereka punya kitab suci (thread Twitter)

Seolah-olah jika kita mengikuti cara berpikir mereka, kita juga akan mendapat “hidayah Series A”.

Padahal kenyataannya:

  • Musk punya modal ratusan juta dolar
  • Bezos memulai di timing yang tepat
  • Keduanya punya tim luar biasa

Sementara kita?

  • Modal: tabungan tipis
  • Tim: grup WhatsApp
  • Strategi: nonton YouTube 1,5x speed

Ironi Besar: First Principles yang Copy-Paste

Yang paling lucu, thread tentang “berpikir dari nol” ini justru dibuat dengan template yang sama seperti ribuan thread lainnya:

  • Hook dramatis
  • Cerita sukses
  • Tiga langkah ajaib
  • Quote motivasi

Ini bukan first principles. Ini copy-paste principles.

Seolah-olah ada rumus:

“Jika ingin viral → gunakan Musk + angka besar + filosofi Yunani”

Aristoteles mungkin tidak pernah membayangkan bahwa 2.300 tahun kemudian, namanya akan dipakai untuk meningkatkan engagement rate.

Antara Inspirasi dan Ilusi

Thread seperti ini memang menyenangkan. Ia memberi harapan, semangat, dan ilusi bahwa dunia bisa disederhanakan menjadi tiga langkah.

Dan jujur saja, kita semua butuh sedikit ilusi—agar hidup tidak terasa seperti Excel yang penuh error.

Namun, jika kita terlalu serius mempercayainya, kita bisa kecewa. Karena realitas tidak bekerja seperti thread:

  • Tidak ada yang viral dalam kerja keras harian
  • Tidak ada carousel untuk kegagalan
  • Tidak ada “3 langkah” untuk sukses

Jadi mungkin sikap terbaik adalah:

Ambil inspirasinya, buang simplifikasinya.

Gunakan first principles—tapi jangan berharap hidup bisa diringkas jadi 10 tweet.

Karena kalau semua masalah bisa selesai dengan thread, maka Aristoteles tidak perlu menulis buku. Cukup bikin akun X, upload carousel, dan kasih CTA:

“Follow for more wisdom 🔥

abah-arul.blogspot.com., Februari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.