Dari Filsafat Yunani ke Thread Viral
Di era digital yang segala sesuatu harus bisa dipahami dalam
10 slide atau 10 tweet, muncullah sebuah fenomena unik: filsafat kuno yang
direbranding menjadi konten startup. Thread dari akun @Founder_Mode_ ini adalah
contoh sempurna bagaimana ajaran Aristoteles yang dulu ditulis dengan penuh
kontemplasi, kini disajikan seperti resep mie instan: seduh 3 langkah,
tunggu 5 menit, jadi unicorn.
Tak tanggung-tanggung, nama besar seperti Elon Musk dan Jeff
Bezos dihadirkan sebagai “bukti ilmiah” bahwa siapa pun bisa sukses—asal mau
berpikir dari “first principles”.
Masalahnya sederhana: Aristoteles dulu menulis Metafisika
dalam puluhan halaman. Thread ini merangkumnya jadi 10 postingan. Bahkan
ringkasan buku LKS SMA pun kadang lebih panjang.
Mini-Kursus Inovasi: Dari Roket ke Warung Seblak
Thread ini mengajarkan bahwa Musk sukses karena menghitung
bahan baku roket: baja, titanium, dan sedikit doa orang tua. Totalnya hanya 2
juta dolar. Sisanya? Ya, mungkin ongkir.
Logikanya sederhana:
Roket mahal → bongkar → hitung bahan → bikin sendiri → jadi
murah
Dengan logika ini, sebenarnya kita semua bisa jadi Elon
Musk. Tinggal ke pasar:
- “Pak,
baja sekilo berapa?”
- “Titanium
ada cashback nggak?”
Kalau Musk bisa bikin roket, kenapa kita nggak bisa bikin startup
seblak berbasis AI?
Padahal kenyataannya, roket itu bukan seperti merakit lemari
IKEA. SpaceX pernah gagal berkali-kali. Tapi thread tidak punya ruang untuk
kegagalan—karena kegagalan tidak aesthetic dan kurang cocok dijadikan
carousel Instagram.
Tiga Langkah Sakti: Seolah Dunia Ini Sesederhana Masak
Indomie
Thread tersebut menawarkan tiga langkah:
- Definisikan
masalah
- Pecah
ke kebenaran dasar
- Bangun
solusi dari nol
Ini terdengar keren. Tapi jika diterapkan di kehidupan
sehari-hari:
Selesai. Problem solved. Tinggal tunggu investor masuk.
Inilah keindahan konten inspiratif: semakin sederhana,
semakin terasa dalam. Semakin tidak aplikatif, semakin terlihat filosofis.
Jeff Bezos dan Perang terhadap PowerPoint
Dalam thread, Bezos digambarkan sebagai pahlawan
anti-PowerPoint. Semua harus pakai memo 6 halaman. Karena PowerPoint katanya
penuh opini.
Padahal yang sering terjadi di kantor:
- PowerPoint
tetap dipakai
- Memo
6 halaman juga dibuat
- Meeting
tetap 2 jam
- Dan
hasilnya tetap: “kita follow up lagi ya”
Jadi sebenarnya yang berubah bukan metode berpikir, tapi
format penderitaan.
Founder Worship: Ketika Founder Jadi Nabi Startup
Salah satu hal paling menarik adalah fenomena “founder
worship”. Para founder diposisikan seperti nabi modern:
- Mereka
punya wahyu (insight)
- Mereka
punya mukjizat (valuation)
- Mereka
punya kitab suci (thread Twitter)
Seolah-olah jika kita mengikuti cara berpikir mereka, kita
juga akan mendapat “hidayah Series A”.
Padahal kenyataannya:
- Musk
punya modal ratusan juta dolar
- Bezos
memulai di timing yang tepat
- Keduanya
punya tim luar biasa
Sementara kita?
- Modal:
tabungan tipis
- Tim:
grup WhatsApp
- Strategi:
nonton YouTube 1,5x speed
Ironi Besar: First Principles yang Copy-Paste
Yang paling lucu, thread tentang “berpikir dari nol” ini
justru dibuat dengan template yang sama seperti ribuan thread lainnya:
- Hook
dramatis
- Cerita
sukses
- Tiga
langkah ajaib
- Quote
motivasi
Ini bukan first principles. Ini copy-paste principles.
Seolah-olah ada rumus:
“Jika ingin viral → gunakan Musk + angka besar + filosofi
Yunani”
Aristoteles mungkin tidak pernah membayangkan bahwa 2.300
tahun kemudian, namanya akan dipakai untuk meningkatkan engagement rate.
Antara Inspirasi dan Ilusi
Thread seperti ini memang menyenangkan. Ia memberi harapan,
semangat, dan ilusi bahwa dunia bisa disederhanakan menjadi tiga langkah.
Dan jujur saja, kita semua butuh sedikit ilusi—agar hidup
tidak terasa seperti Excel yang penuh error.
Namun, jika kita terlalu serius mempercayainya, kita bisa
kecewa. Karena realitas tidak bekerja seperti thread:
- Tidak
ada yang viral dalam kerja keras harian
- Tidak
ada carousel untuk kegagalan
- Tidak
ada “3 langkah” untuk sukses
Jadi mungkin sikap terbaik adalah:
Ambil inspirasinya, buang simplifikasinya.
Gunakan first principles—tapi jangan berharap hidup bisa
diringkas jadi 10 tweet.
Karena kalau semua masalah bisa selesai dengan thread, maka
Aristoteles tidak perlu menulis buku. Cukup bikin akun X, upload carousel, dan
kasih CTA:
“Follow for more wisdom 🔥”
abah-arul.blogspot.com., Februari 2026

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.