Minggu, 01 April 2012

PIMPINAN SIDANG C ORGANISASI


KEPUTUSAN MUSYAWARAH KERJA
MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA
AJIBARANG - 2012
Nomor : 004/MUSKER/MWC/II/2012

Tentang :

ORGANISASI
MUSYAWARAH KERJA
MAJELIS WAKIL CABANG NAHDLATUL ULAMA
AJIBARANG - 2012

Bismillahirrohmaanirrohiem,

Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang NU Ajibarang Tahun 2012, setelah:


Menimbang:
1.   Bahwa demi memberikan arah kebijakan strategis organisasi maka dipandang perlu adanya peraturan organisasi pada Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang NU Ajibarang Tahun 2012.
2.   Bahwa untuk memberikan kepastian hukum, maka dipandang perlu untuk menetapkan keputusan Musker MWC NU Ajibarang tentang Organisasi MWC NU Ajibarang tahun 2012.

Mengingat:
1.       AD/ART NU
2.       Hasil Muktamar NU

Memperhatikan:
1.       Hasil Sidang Komisi A tentang Organisasi
2.       Hasil Sidang Pleno Komisi Musyawarah Kerja MWC NU Ajibarang Tahun 2012.

MEMUTUSKAN

Menetapkan:
1.       Hasil Sidang Organisasi MWC NU Kecamatan Ajibarang.
2.       Keputusan ini akan ditinjau kembali jika dikemudian hari terdapat kekeliruan.
3.       Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Wallohulmuwafieq ilaa aqwamiththorieq
Ditetapkan di        :  Ajibarang
Pada tanggal         :  26 Februari 2012



PIMPINAN SIDANG C
ORGANISASI






Indra Purnama, SE
Ketua

Busyrol Kafi, S.Pt
Sekretaris




KOMISI A
ORGANISASI

A.      PENDAHULUAN 

   Dalam kurun waktu setahun terakhir masa khidmah Pengurus MWC NU Periode tahun 2008-2013, RapatPengurusLengkap MWC memutuskan untuk memprioritaskan permasalahan organisasi, terutama yang terjadi pada MWC LP Maarif NU Ajibarang. Keputusan ini didasarkan karena LP Maarif, adalah lembaga yang memiliki pengaruh dan posisi strategis bagi keberadaan NU di tengah masyarakat.

      Selain mengkoordinasikan sekolah-sekolah yang ada di bawah naungan Yayasan Maarif di wilayah kerja MWC NU Ajibarang, LP Maarif juga menanggung beban  atas kegiatan Pengkaderan NU dan Aset penting MWC NU lainnya. Maka beberapa permasalahan organisasi  akan menjadi pembahasan dan diputuskan kerangka penyelesaiannya dalam Musyawarah kerja MWC NU ini.
B.       DASAR HUKUM
BAB VI STRUKTUR DAN PERANGKAT ORGANISASI
  
Pasal 13  AD NU Untuk melaksanakan tujuan dan usaha-usaha sebagaimana dimaksud pasal 8 dan 9, Nahdlatul      
Ulama membentuk perangkat organisiasi yang meliputi: Lembaga, Lajnah dan Badan Otonom yang merupakan 
bagian yang tidak terpisahkan dari kesatuan organisasi Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
Pasal 18 (1) ART NU: Lembaga adalah perangkat departementasi organisasi NU yang berfungsi sebagai pelaksana 
kebijaksaan Nahdlatul Ulama berkaitan dengan kelompok masyarakat dan beranggotakan perorangan.
Pasal 18 (2) ART NU: Ketua Lembaga ditunjuk langsung dan bertanggungjawab kepada pengurus Nahdlatul Ulama 
sesuai tingkatannya.
Pasal 21 ART NU :  Pengurus Nahdlatul Ulama berkewajiban membina, mengayomi dan dapat mengambil tindakan 
organisatoris terhadap Lembaga, Lajnah, dan Badan Otonom pada tingkat masing-masing.
Amanat Musker MWC NU I pada tanggal 1 Maret 2009 Bidang Pendidikan dan kebudayaan yang mengamanatkan 
adanya Kaderisasi bagi Pengelola Sekolah dibawah naungan NU.
C.       TUJUAN
Mencari akar masalah dan merumuskan langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

D.      KERANGKA PENYELESAIAN
1.                    Identifikasi Permasalahan
a.        Melakukan identifikasi dan inventarisasi permasalahan yang timbul
1)       Pokok masalah
2)       Pihak-pihak yang terlibat
3)       Kronologis kejadian, disertai data/bukti tertulis
4)       Posisi (legal standing) MWC. Ma’arif NU dan MWC NU
5)       Proses penyelesaian
b.       Melakukan kategorisasi permasalahan sesuai dengan jenis permasalahan
c.  Mengikuti perkembangan dan mendokumentasikan proses penyelesaian permasalahan sesuai tingkat perkembangan masalah



2.                  Identifikasi dan Inventarisasi aturan-aturan yang berkaitan dengan permasalahan
a.     Menghimpun aturan-aturan yang berkaitan dengan permasalahan yang timbul (dapat digunakan sebagai dasar penyelesaian masalah)
b.       Melakukan kajian aturan-aturan terhadap permasalahan yang timbul

3.                  Koordinasi secara hirarki dari pengurus sekolah, MWC. Ma’arif NU, dan MWC NU ajibarang
a.        Melakukan rapat koordinasi
b.       Meminta Laporan pertanggungjawaban dari pengurus sekolah, dan MWC. Ma’arif NU kepada MWC NU
c.        Meminta laporan secara berkala terhadap permasalahan yang timbul

4.                  Koordinasi dengan LP Ma’arif Cabang dan struktur diatasnya, PC NU, dan Pakar pendidikan di lingkungan NU



MASALAH KEORGANISASIAN LP MAARIF MWC NU AJIBARANG
1.      Sekolah di bawah naungan LP Ma’arif dinilai belum bisa menghasilkan kader NU sesuai yang diharapkan. 

2.    Banyak Unsur Guru dan Karyawan di Sekolah Maarif yang diangkat, ternyata bukan aktifis NU dan Tidak 
      berbasis Ideologi NU. 
3.  Terdapat Pengurus Sekolah di SMK Maarif NU 1 Ajibarang yang menjadi sorotan di tengah masyarakat yang berpotensi mencemarkan nama baik NU.
4.  Pengelolaan Dana sekolah terkesan tidak transparan. Pengurus SMK Ma’arif NU tidak melaporkan akumulasi modal yang ada di SMK Ma’arif NU.
5.      Ada kejadian asset dalam bentuk dana Sekolah  dibawa secara sepihak dan belum dikembalikan ke sekolah oleh yang bersangkutan.
6.      Adanya Badan Hukum lain, yang dinamakan Yayasan Pengelola Pendidikan (YPP) yang dipergunakan untuk menaungi SMK 2 Maarif NU, sehingga menimbulkan kerancuan Hak Milik dan Menciptakan Dualisme peraturan dalam satu Lembaga Pendidikan Maarif MWC NU. 
7.       Tidak adanya kesamaan periodisasi kepengurusan sekolah, menyulitkan Koordinasi  Sekolah-sekolah NU. 


       Rekomendasi untuk MWC NU Ajibarang dengan Keputusan sebagai berikut :

      Bahwa terhadap permasalahan organisasi pada LP Maarif tersebut diatas mengamanatkan kepada Pengurus MWC NU Ajibarang periode 2008-2013 untuk menyelesaikan masalah, sesuai dengan Kerangka penyelesaian yang telah disepakati dalam Musker. Dan mengambil tindakan-tindakan yang dianggap perlu demi tercapainya pelaksanaan Program Kerja MWC NU Ajibarang periode 2008-2013, Yaitu :
1.      SK Pengangkatan Guru dan Karyawan baru di  sekolah-sekolah NU dalam naungan MWC NU Ajibarang  dari LP Maarif Cabang, wajib menyertakan saran dan pendapat MWC NU yang dibuktikan dengan Surat Rekomendasi MWC NU.
2.       Mengadakan reorganisasi di Pengurus SMK Maarif NU Ajibarang 
3.  Peraturan LP Maarif  seperti Peraturan Pimpinan Wilayah LP Maarif NU Jawa Tengah Nomor : 01/PW/PW.11/LPM/PPW2010 Tentang Penyelengaraan satuan Pendidikan LP Maarif pasal 18 yang menyebutkan Dewan Pengurus Satuan pendidikan Maarif NU bertanggung jawab kepada pimpinan LP Maarif NU sesuai tingkatannya, 02/PW/PW.11/LPM/PPW/2010 Tentang  Pengelolaan di Satuan Pendidikan LP Maarif adalah peraturan yang telah baku dan disepakati untuk diberlakukan di sekolah-sekolah LP Maarif NU. Jika ada perbedaan persepsi dikoordinasikan kepada MWC NU sebagai Pemilik sekolah dan LP Maarif Cabang.
4.   Pengurus sekolah memberikan laporan keuangan Sekolah secara periodik kepada Pengurus MWC NU. Minimal terkait neraca keuangan dan Laporan kegiatan.
5.      Mengupayakan Pengembalian asset-aset yang lepas dari NU dengan caraorganisasi dan apabila tidak dapat maka di bawa ke ranah hukum
6.       Membubarkan Yayasan Pengelola Pendidikan (YPP) SMK Maarif NU Ajibarang,
7.      Untuk Menciptakan SOP kendali pengawasan yang kuat dan transparan, maka harus dilakukan penyamaan periodisasi Pengurus Sekolah NU di bawah MWC NU Ajibarang terhitung mulai Tahun 2012.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar